Cinta Pertama

Leave a Comment
image : google

Akibat gue terlalu sering duduk di bawah jemuran Emak, akhirnya mendapatkan tetes demi tetes airmata yang membahasi pipi. Berseluncur dengan indah saat melihat senyumnya diantara senja. Semua orang pernah mengalami yang namanya cinta pertama. Bahasa gaulnya First Love bahasa kekiniannya Cinta Monyet. Cukup aneh memang kadang cinta pertama dikait-kaitkan dengan monyet. Memangnya monyet kalau jatuh cinta bisa ngasih kata-kata gombal gitu seperti "aku sayang sama kamu, kamu jangan ninggalin aku ya. aku gak bisa hidup tanpa kamu" Helooowww.. itu gak mungkin ya.

Tentang cinta pertama gue pun pernah mengalaminya ini terjadi saat harga cabe belum melambung tinggi kira-kira tahuhn 2008, saat itu masih berseragam putih-abuabu. Itu semua gue lakukan karena gue jual mahal aja. Ya, walaupun sebenarnya gak ada yang mau sama gue alias kagak laku.
Semua masih jelas gue inget dari kita awal kenalan sampai jadian.

Resiko Jatuh Cinta Diam-diam

1 comment
image: google.com

Jatuh cinta adalah rasa dimana kita akan bahagia, bahagia saat ngelihat senyum dia, bahagia saat bertemu dengannya atau bahkan cuma disapa"hay" aja bisa bahagia, itulah kekuatan cinta. tapi kadang jatuh cinta juga bisa bikin menderita. Termasuk dalam jatuh cinta diam-diam, entahlah apa motvasi orang yang jatuh cinta diam-diam sungguh kuat imannya untuk meihat orang yang dicinta deket sama orang lain atau bahkan main kuda toprok dengan temen sendiri.

Dalam hal mencintai diam-diam banyak resiko yang akan dihadapi;

Fenomena Tentang Anak Alay

Leave a Comment
image :  google.com
Semua rakyat Indonesia khususnya yang pernah muda pasti tahu apa yang disebut alay, mungkin alay adalah suatu trend dimasanya. Mungkin alay pada masanya bisa disebut gaul. Tapi untuk sekarang jaman kekinian alay ini bisa merusak kosakata yang ada dalam KBBI.
Semua orang pasti pernah alay, gak usah malu karena gue pun pernah mengalami hal itu.
Gue rasa alay ini sudah masuk kedalam susunan pertumbuhan manusia di Indonesia dari Bayi - Balita - Anak-anak - Alay - Remaja - Lalu Dewasa. Tidak lupa lansia. ini pun kalau bisa sampai lanjut usia karena sebagian manusia yang hidup di Indonesia gak akan sanggup baca tulisan anak alay yang pakai sandi angka.

Beberapa hal tentang alay yang mungkin sampai sekarang ini masih ditiru dengan baik;