Kantor Rasa Taman Bermain

1 comment

Biasanya kantor adalah tempat kerja dengan tampang-tampang orang serius yang kayak lagi ngisi Teka Teki Silang ber-cover wanita sexy pakai baju gambar Doraemon, tapi buat gue kantor adalah tempat bermain yang menyenangkan hingga ke sudut-sudut toilet.
Semenjak bekerja lumayan lama, kira-kira satu hari lah. Kehidupan gue udah banyak berubah, biasa tidur malam. Tapi kini gue tidurnya kalau ngantuk. Biasa bangun siang, kini gue bangun kesiangan terus. Menurut mitos yang melegenda bangun siang mengakibatkan rezeki kita dipatok ayam, tapi biarin aja. Kalau ayamnya udah gede toh bisa dipotong lalu makan.
Di kantor, meja gue sebelahan sama sekretaris SCM, lo tahu SCM? Gue juga gak tahu. Mungkin SCM nama-nama tumbuhan.

Sekretaris ini awalnya jutek banget kayak boneka di dasbor mobil yang kalau gak dicolek enggak bakal angguk-angguk. Satu hal yang gue dapat dari semua itu. Kita harus sering-sering tawakal supaya gak emosian.
Sebut aja sekretaris ini dengan nama Ratna. Ratna zodiaknya sama kayak gue. Mungkin ini pertanda Tuhan kalau kita sama-sama zodiak Cancer.
Biasanya cewek ber-zodiak Cancer ini kalau haus minum, kalau lapar makan. Kalau lagi PMS bakal ugal-ugalan kayak bajaj yang ngasih sein ke kiri tapi malah belok ke kanan.
Sudah hampir duabulan meja kerja bersebalahan dengan Ratna, selain orangnya asik buat diajak main domikadoeska ternyata dia juga nyambung buat diajak ngobrolin saham IHSG. Cewek yang pengetahuannya luas kali tinggi kali alas itu memang menyenangkan.
Tapi dalam hal pekerjaan Ratna ini disiplin abis, dia adalah cewek yang ketat dalam bekerja. Kalau laporan gue salah dikit aja ya langsung kehilangan nyawa satu. Untungnya gue kucing. Masih ada nyawa serep.  Berkat kedisiplinan dia dalam pekerjaan, gue jadi banyak tahu dan belajar dari kesalahan-kesalahan. Gue meniru banyak dari dia. Biar badan panas kayak dispenser tapi tetep menjalankan kewajiban sampai selesai.
Dia jarang ngeluh dalam bekerja, tapi dia sering ngeluh masalah Commuterline yang sering gangguan.
Menurut Detektiv magang, Commuterline gangguan karena sering ngerokok.
Dia orangnya kuat, Agung Hercules aja gue rasa bakal nyerah kalau setiap hari harus desek-desekan di Commuterline.

Resiko naik Commuterline. Masuknya rapih keluar jadi zombie.
Ratna, gue banyak belajar dari dia.
Hidup kalau sering ngeluh bakal lebih susah. Maka sering-seringlah bersyukur.
Omayjot omayjot omayjot. Ucap Ratna ketika dia ngeliat gue yang lagi asik browsing gambar-gambar Monokorobo.

Ketika gue bekerja, masuk lingkungan baru. Gue ketemu orang-orang baru dari yang di tengkuk lehernya masih ada barcode atau kepalanya dibungkus pelastik. Ketika kita berenang tanpa terbawa arus itu sulit. Maka terpujilah ikan Salmon.
Perihal kantor mungkin yang menciptakan suasa kantor adalah diri kita sendiri, maka gue menciptakan suasana kantor dalam pikiran gue bahwa itu adalah taman bermain.
Tangga adalah perosotan.
Toilet adalah tempat tidur limabelas menit walau tidurnya duduk.
Kantin adalah tempat anarkis, di sana kita bisa main kata-kataan. Anak STM abis.
Jam pulang kantor adalah ajang unjuk kemampuan dengan main gaple di depan kantor, dari yang kalah pakai helm fullface dengan duduk jongkok atau ngocok kartu terus sampai ejakuliasi dini.
Demikian dan terima kasih atas perhatiannya.

Salam,
Iyan.



Note; Sampai sekarang yang gue bingungkan, setiap ada yang kirim e-mail ke e-mail kantor. Kenapa manggil gue bapak? KAPAN GUE NIKAAAHH?! HAH! KAMPRET. SETUA ITUKAH GUE. PFFFTETE.

1 comment: