Cinta Pertama

Leave a Comment
image : google

Akibat gue terlalu sering duduk di bawah jemuran Emak, akhirnya mendapatkan tetes demi tetes airmata yang membahasi pipi. Berseluncur dengan indah saat melihat senyumnya diantara senja. Semua orang pernah mengalami yang namanya cinta pertama. Bahasa gaulnya First Love bahasa kekiniannya Cinta Monyet. Cukup aneh memang kadang cinta pertama dikait-kaitkan dengan monyet. Memangnya monyet kalau jatuh cinta bisa ngasih kata-kata gombal gitu seperti "aku sayang sama kamu, kamu jangan ninggalin aku ya. aku gak bisa hidup tanpa kamu" Helooowww.. itu gak mungkin ya.

Tentang cinta pertama gue pun pernah mengalaminya ini terjadi saat harga cabe belum melambung tinggi kira-kira tahuhn 2008, saat itu masih berseragam putih-abuabu. Itu semua gue lakukan karena gue jual mahal aja. Ya, walaupun sebenarnya gak ada yang mau sama gue alias kagak laku.
Semua masih jelas gue inget dari kita awal kenalan sampai jadian.

Dia adalah kakak kelas, sedangkan gue anak SMP yang baru saja menggunakan seragam SMA. Konyol memang, tapi kadang cinta gak sebercanda itu. Disaat kita berusaha untuk menciptakaan bahagia, maka orang tersebut akan duduk di samping kita.
Pertama ketemu tanggal 16 Agustus 2008, sehari sebelum perlombaan agustusan di sekolah. Biasanya di-Agustusan itu ada lomba yang aneh-aneh dari mulai tarik tambang, makan kerupuk sampai makan hati. Untuk yang terakhir gak usah diadain lomba juga semua orang pasti pernah ngalamin.
Saat itu gue lagi duduk manis, di deket tangga sekolah lalu tiba-tiba wanita yang sebut saja Minah duduk disamping gue. Dengan pasang muka cool. Gue ajakin dia kenalan lalu tukeran nomer ponsel. Semudah itu memang. Wajar saat itu mata batin dia belum kebuka.

Semenjak itu kita semakin dekat, dari yang tadinya cuma sms-an berakhir ke telfon-telfonan ada masa dimana pdkt itu menjijikan ketika sudah larut malam dan kita bingung mau memutus telfon akhirnya terciptalah percakapan: "aku mau tidur nih" "yaudah, tidur" "matiin ya telfonnya" "kamu aja" "kamu aja" "kamu aja" akhirnya gak dimatiin dan malah ketiduran. Hari-hari berikutnya pun seperti itu. Kadang kalau sms lama dibales akan ada sms baru yang diakhir kalimat "Blz, Gpl", maklum pada zaman megalitikum itu ponsel Esia sedang berjaya.

Setelah pdkt yang cukup sengit dengan kaka kelas akhirnya gue memenangkan hatinya dengan pakai cheat engine. Kita jadian, hari pertama jadian ini lucu. disaat curi-curi mau pegangan tangan tapi takut diterakin maling sama warga terus digebukin. Mencuri itu memang gak baik, gue selalu berusaha untuk bisa megang tangannya supaya bisa nuntun dia ke tempat kebahagiaan berada. Gue punya ide untuk izin, mungkin cara konyol yang gue lakukan. Sebelum genggam tangannya.

"Aku boleh genggam tangan kamu?"
Dia cuma senyum aja, apakah ini pertanda iya? lalu gue genggam.
"Kenapa kamu genggam tangan aku?" Ucapnya
Lalu gue cuma bisa senyum aja, dan bilang "kini gak ada lagi kamu dan aku sebab yang ada hanya kita".

Setelah percakapan itu banyak adegan yang gak baik untuk diterangkan. Kita sempat ludah-ludahan, jambak-jambakan atau bahkan main suit jepang.

Beberapa bulan setelah hubungan kita yang tadinya berjalan baik-baik saja. kini mulai banyak dramanya. Dimana selalu ada pertanyaan cewek yang bikin cowok bingung setengah mati. Salah satu pertanyaan dia ketika gue salah dan minta maaf "Ngapain kamu minta maaf?" "karena aku salah" "Salahnya emang diamana?" "enggak tahu" lalu cowok salah lagi. Mungkin sifat dasar wanita ini mencari kesalahan demi kesalahaan manusia dan cewek kadang berfikir kalau cowok bisa membaca pikirannya ketika kita tanya apa kesalahan kita maka dia berbicara "pikir aja sendiri" syit.. dikata cowok dukun.

Setelah setahun kita jadian, telah mengunjungi banyak tempat.
Dari Ragunan, kita keliling ragunan cuma buat ngitungin berapa banyak anak yang kehilangan orang tuanya.
Terus kita ke Mall, muterim mall tujuh kali itung-itung gladiresik muterin ka'bah.
Tapi tempat yang paling sering kita jadikan tempat nongkrong adalah teras rumahnya, dimana sering kali ketika kita berdua pacaran sampai larut malam selalu ada suara aneh dari dalam rumah, entah itu berisik orang jalan, ada yang batuk sampai kakanya teriak "UDAHHHH MALEEEMM, PULAAAANGG. Gue siram nih" Akhirnya gue pulang, daripada basah terus ketemu orang disangka dari planet Namec karena lepek.

Ditahun kedua, setelah kita pacaran..
Banyak hal yang udah terlewatkan, dari dia ngasih gue kado pas ulang tahun berupa kue tart dan ciuman di pipi. itu istimewa, istimewa dihati.
hingga kita ke taman kota cuma buat liatin orang-orang lari-larian karena ngejar anjing. dunia ini udah aneh. harusnya anjing yang ngejar manusia.
Sampai dia ngajarin gue pelajaran-pelajaran di Sekolah, karena gue terbilang  nakal dan dia terbilang pintar. Menyenangkan memang, belajar sama orang yang disayang sembari menghafal bisa curi-curi pandang.

Ditahun ketiga, banyak hal yang udah gue lewatin. sampe gue sendiri lupa.
mungkin sifat pelupa gue inilah yang membuat dia jengkel. saking pelupanya gue, sampai gak ngehubungin dia Tiga bulan. Lupa yang elegan.
Kadang dalam hubungan memang perlu komunikasi ya. Kalau gak ada komunikasi maka hari-harinya akan dipenuhi oleh orang lain serta kenangan tentang kita akan tertumpuk oleh kenangan yang baru.

Akhirnya kita putus, entahlah katanya putus baik-baik tapi sepengetahuan gue kalau baik kenapa harus putus, udah gitu diputusinnya lewat sms lagi. gue serasa kayak dapet pesan REG [SPASI] KITA PUTUS.

Udahlah, cinta pertama emang pembelajaran banget buat kita. Dimana kita akan tahu karakter seseorang yang semakin lama bisa berubah, kita akan tahu pola pikirnya yang semakin lama semakin dewasa.
Kadang cinta pertama memang sulit untuk dilupakan, buktinya gue masih sedikit ingat akan tetang itu semua.

Apakah mantan loe pernah bilang; "aku gak bisa hidup tanpa kamu", coba hubungin keluarganya dia udah mati apa masih napas.

0 comments:

Post a Comment